PP Banyuasin Soroti PSN Tanjung Carat, Akses Jalan Diminta Tak Diabaikan

BANYUASIN, Catatan Jurnalist — Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan pelabuhan samudera Palembang New di Tanjung Carat, Kecamatan Banyuasin 1, Kabupaten Banyuasin mendapat perhatian serius dari Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Banyuasin (MPC PP – Banyuasin). Hal tersebut disampaikan ketua MPC PP Banyuasin, Mashuri saat menyampaikan arahannya dalam pelantikan akbar 21 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila se-Kabupaten Banyuasin di Desa Banyu Urif, Kecamatan Tanjung Lago, Sabtu (27/12/2025) siang.

Dalam penyampaiannya Dimas sapaat pentolan MPC PP Banyuasin menegaskan, jika ingin mensukseskan  pembangunan dermaga samudera tersebut jangan sampai melupakan pembangunan-pembangunan di daerah. Terutama akses jalan Tanjunga Api – api sebagai akses jalan utama menuju lokasi dermaga tersebut tidak diabaikan.

“Kami sampaikan, bahwa selama sering viral, jalan-jalan rusak itu di sepanjang jalan dari km 12 sampai dengan Bentung. Nah kami disini juga disisi lain bahwa Tanjunga Api-api juga Banyuasin. Jalannya juga rusak, jalannya juga macet. Dan paling penting telah digadang-gadang dan telah diresmikan oleh Gubernur Sumatera Selatan akan didirikannya dermaga terbesar bernama Palembang New Tanjung Carat. Kami Pemuda Pancasila sepakat menolak nama Palembang Tanjung Carat dengan embel-embel Palembang, kenapa ? karena lokasinya ada di kabupaten Banyuasin. Alangkah baiknya pelabuhan itu diberi nama Pelabuhan Banyuasin New  Tanjung Carat. Palembang sudah punya dermaga sendiri, Dermaga Boom Baru,” kata Dimas.

 

“Sebagai kader Pemuda Pancasila, kami memiliki kader anggota  sekitar 2.500 orang, kami meminta kepada pemerintahan kabupaten, provinsi, kecamatan hingga ke desa  jalan diperbaiki. Jalan Tanjung api-api belum siap untuk menyukseskan pembangunan pelabuhan Tanjung Carat, jadi kalau ingin sukses pembangunan proyek di Pelabuhan Tanjung Carat itu sukseskan juga jalannya. Bagaimana nanti loading material itu berjalan lancar, sementara di batas bandara itu udah macetnya luar biasa, berjam-jam kita macet di situ. Sementara akses satu-satunya selain dari jalur laut, kita hanya melalui jalan darat Tanjung api-api. Walaupun sifatnya jalan nasional, kami minta dari pemerintahan Kabupaten Banyuasin untuk diusulkan Pak kepada Gubernur dan kepada kementerian,” pungkas Dimas.

Baca juga:

Selain menyoal infrastruktur jalan, Pentolan Pemuda Pancasila Kabupaten Banyuasin ini juga menyoroti lokasi lahan yang akan dibangun sebagai kawasan pelabuhan samudara Tanjung Carat, agar pemerintah fokus untuk mengawal pembebasan lahan dan tidak menimbulkan kerugian rakyat mengatas namakan kepentingan negara.

“Pertanyaan kami, dari sekian banyak lahan yang akan dijadikan dermaga apakah semua milik negara ? tentunya rakyat, masyarakat, keluarga Pemuda Pancasila, keluarga-keluarga kami yang juga punya tanah disitu, punya tempat disitu. Bahkan khususnya ada di pengurus dari lima kecamatan yang di Sungsang, di Banyuasin 2, di Sumber Marga Telang, di Muara Telang itu banyak kader-kader Pemuda Pancasila yang jelas lahannya juga nanti akan menjadi konsensi Dermaga tersebut.

 

“Kami meminta kepada pemerintah Kabupaten Banyuasin untuk fokus terhadap pembebasan lahan tersebut, jangan sampai mafia-mafia tanah masuk dalam persoalan yang akhirnya rakyat dirugikan demi kepentingan negara. Ini kami tidak mau…!!!  Dan menjadi komitmen Pemuda Pancasila, apabila nanti ada masyarakat Banyuasin yang dalam proses pembangunan tersebut, nanti ada ganti rugi yang tidak diselesaikan dengan baik,  kami Pemuda Pancasila Banyuasin akan menjadi garda terdepan yang membela kepentingan masyarakat,” pungkas Dimas.

Selain itu diungkapkan Dimas, Pemuda Pancasila Kabupaten Banyuasin akan segera mendirikan pos pengaduan Pemuda Pancasila yang berfokus pada persoalan yang ada di Banyuasin. Persoalan tanah, lahan, plasma dan berbagai macam persoalan masyarakat

Laporan: Dede Sunarya

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *